KESEHATAN

Kenali Tanda Buah Hati Anda Hiperaktif

1. Apa Yang Dimaksud Hiperaktif ?

Orangtua selalu ingin buah hati mereka menjadi yang terbaik, baik dari segi fisik, jasmani, dan rohani. Harapan orangtua tidak akan igin anak mereka memiliki kondisi yang berbeda dengan orang normal lainnya.

Orangtua di sisi lain harus siap menerima segala konsekuensi yang terjadi pada anak mereka, baik kondisi terbaik hingga terburuk anak. Kondisi terburuk tersebut termasuk kodisi perkembangan otak anak. Anak bisa mengalami hiperaktif. Apa itu hiperaktif?

Hiperaktif, atau dalam bahasa kedokteran, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan jangka panjang yang menyerang perkembangan otak anak. Hal ini mengakibatkan sifat anak menjadi hiperaktif. Gangguan ADHD akan selalu berkelanjutan mulai dari kecil hingga anak sudah dewasa.

2. Gejala Anak Yang Terkena ADHD

Orangtua tidak seharusnya melakukan diagnosa sendiri kepada buah hati mereka sendiri. Namun, tidak ada salahnya untuk mulai memahami gejala ADHD. Gejala ADHD bisa berbeda-beda yang dialami penderitanya.

Kondisi bayi yang menderita ADHD akan lebih sulit dipahami daripada yang telah beranjak lebih dari umur 4-5 tahun. Gejala ADHD pada bayi dijelaskan sebagai berikut:

• Bayi hiperaktif mudah menangis dan memiliki suara tangis keras atau berlebihan

• Bayi akan gelisah ketika mereka merasa tidak nyaman

• Bayi yang kemungkinan terkena gangguan ADHD akan mengeluarkan air liur lebih banyak dari bayi normal.

• Bayi akan susah tidur walaupun mereka sudah lelah.

3. Perbedaan Dengan Autisme

 

Gangguan ADHD sering kali disamakan dengan Autisme.Banyak sekali perbedaan yang secara kasat mata mungkin terlihat sama, namun faktanya ADHD berbeda sekali dengan autisme. ADHD merupakan gangguan yang memengaruhi otak bayi atau anak untuk tumbuh dan berkembang.

Anak autis ciri-cirinya memiliki anak yang memiliki gangguan sulit berkembang dalam komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku.

• Penderita ADHD cenderung menghindari hal atau kegiatan yang membutuhkan fokus tinggi, berkebalikan dengan autisme. Penderita autisme justru ingin mendalami sesuatu hal yang mereka sukai

• Penderita ADHD sangat aktif dan tidak bisa diam, sedangkan penderita autisme cenderung pasif untuk melakukan kegiatan.

• Penderita autisme akan sulit untuk berkata-kata kepada orang lain, sedangkan anak hiperaktif akan memiliki topik pembicaraan yang banyak dan tidak mudah berhenti bercakap.

• Penderita ADHD tidak suka kegiatan dari hari ke hari adalah kegiatan yang sama atau rutin, sedangkan anak autisme akan lebih menyukai kegiatan yang berulang kali.

Masyarakat harus mulai belajar banyak mengenai kondisi mental anak-anak penderita gangguan mental. Gangguan mental seperti ADHD dan autisme tidak bisa disamaratakan. Sebagai orangtua yang bijak harus bisa mengambil langkah yang tepat.

Pengobatan rutin bagi bayi atau anak penderita ADHD dan autisme sedini mungkin akan meningkatkan probabilitas hidup anak menjadi normal di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *